Harus ku sampaikan kemana perasaan ini?
Kepada gelapnya malam?
Mendengarkah dia?
Bagaimana jika perasaan ini suatu hal yang salah?
Aku malu kepada Allah jika melakukan sesuatu yang dilaknat olehNya,
Sekalipun hanya sekedar perasaan, belum aku sampaikan kepada dia.
Kalau aku sampaikan perasaan ini? Apa membawa kebaikan bagi kami? Bagi orang tua kami? Bagi orang-orang terdekat kami? Bagi perjuangan kami? Bagaimana dengan Allah?
Kalau sampai perasaanku ini adalah hal yang buruk bagi Allah, lebih baik aku pendam dalam-dalam, hingga menjadi butiran buih.
Aku tidak mau lagi jatuh ke lubang yang sama!
Hanya cinta Allah yang paling setia, tak pernah selingkuh. Dan hanya Allah lah sebaik-baik penolong.
Iyyakana'buduwaiyyakanasta'in
Ihdinasshiraatalmustaqiim
Rabu, 30 November 2016
Senin, 28 November 2016
Mampu tapi bersabar
Aku sedang menyukai seseorang dan aku tidak tahu harus melakukan apa. Apakah langsung berterusterang di depannya? Apa melalui facebook terlebih dahulu?
Aku betul-betul tidak tahu.
Dan semua orang tidak ada yang tahu jika aku menyukainya. Baik teman-temannya atau keluarganya. Bahkan dia sendiri tidak tahu.
Betul.. Aku menyembunyikan perasaan ini rapat-rapat. Tidak ada seorang dari temanku pun yang tahu bahwa aku menyukainya.
Beginilah hatiku, merasakan tapi tak bisa menyampaikan. Menyukai seseorang tapi dia sendiri (seseorang yg aku sukai) tidak mengetahui bahwa aku menyukai dirinya.
Mampu berbuat tapi menjaga.
Mampu mengatakan tapi bersabar.
Mampu mencintai tapi menahan ungkapan.
Ya allah berikan petunjukmu. Tiada pertolongan selain engkau.
Aku betul-betul tidak tahu.
Dan semua orang tidak ada yang tahu jika aku menyukainya. Baik teman-temannya atau keluarganya. Bahkan dia sendiri tidak tahu.
Betul.. Aku menyembunyikan perasaan ini rapat-rapat. Tidak ada seorang dari temanku pun yang tahu bahwa aku menyukainya.
Beginilah hatiku, merasakan tapi tak bisa menyampaikan. Menyukai seseorang tapi dia sendiri (seseorang yg aku sukai) tidak mengetahui bahwa aku menyukai dirinya.
Mampu berbuat tapi menjaga.
Mampu mengatakan tapi bersabar.
Mampu mencintai tapi menahan ungkapan.
Ya allah berikan petunjukmu. Tiada pertolongan selain engkau.
Selasa, 13 September 2016
Seharian tadi aku telah makan hingga 4-5 kali. Gulai, jeroan, hingga mie instan ku lahap semua. Mumpung ada masakan daging di dapur yang diperoleh waktu idul adha kemarin.
Alhasil, perut kenyang sepanjang waktu. Beda sama hari-hari biasa yang cuma makan 2-3 kali sehari. Itupun kalau sedang lapar dan malas, dalam waktu lama aku bisa tidak makan sekali. Hanya kopi atau jajanan desa yang aku makan di kantor. Ini tadi aku libur kerja. Jadi punya banyak waktu untuk makan sepuasnya.
Tidak hanya soal perut. Suasana langit juga berbeda sejak kemarin. Langit mendung untuk waktu yang lama sejak siang. Di sore hari, matahari perlahan tenggelam di ujung barat. Menimbulkan cahaya kuning keemasan, yang akan membuat terpana siapapun yang melihatnya.
Dan malam pun tiba. Bintang langit tak nampak seperti biasanya, mungkin tertutup mendung. Jalanan mulai sepi. Tak banyak orang lalu lalang di depan rumah. Hanya kendaraan hilir mudik kesana kemari.
Rasa bosan pun muncul. Padahal aku sudah ditemani segelas es jeruk malam ini.
Alhasil, perut kenyang sepanjang waktu. Beda sama hari-hari biasa yang cuma makan 2-3 kali sehari. Itupun kalau sedang lapar dan malas, dalam waktu lama aku bisa tidak makan sekali. Hanya kopi atau jajanan desa yang aku makan di kantor. Ini tadi aku libur kerja. Jadi punya banyak waktu untuk makan sepuasnya.
Tidak hanya soal perut. Suasana langit juga berbeda sejak kemarin. Langit mendung untuk waktu yang lama sejak siang. Di sore hari, matahari perlahan tenggelam di ujung barat. Menimbulkan cahaya kuning keemasan, yang akan membuat terpana siapapun yang melihatnya.
Dan malam pun tiba. Bintang langit tak nampak seperti biasanya, mungkin tertutup mendung. Jalanan mulai sepi. Tak banyak orang lalu lalang di depan rumah. Hanya kendaraan hilir mudik kesana kemari.
Rasa bosan pun muncul. Padahal aku sudah ditemani segelas es jeruk malam ini.
Senin, 12 September 2016
Aku baru saja dapat pesan whatsapp dari teman perempuan satu angkatan waktu kuliah dulu. Senang perasaanku. Karena sudah lama aku tak ngobrol dengan seorang perempuan, baik itu lewat pesan singkat atau secara langsung.
Di awal pesan whatsappnya dia menanyakan tentang keberadaan temannya yang juga teman sekelasku.
Ku kira kita akan lanjut berbalas pesan singkat, ternyata tidak. Topik bahasan yang dia tanyakan padaku hanya itu saja. Tidak ada dari kami yang menanyakan kabar masing-masing seperti ucapan basa-basi teman lama yang bertemu kembali.
Sejenak aku mau menanyakan kabarnya tapi urung ku lakukan karena ustadzku pernah mengatakan bahwa "penghafal quran harus menjaga jarak terhadap hubungannya dengan seorang perempuan yang bukan muhrim".
Berhentilah pembicaraan singkat kami yang hanya 5 menit itu. #nelongso.. Belum tentu 2 minggu atau 2 bulan lagi aku bisa ngobrol dengan seorang perempuan, walaupun hanya 5 menit. Semoga hari esok, Allah memberiku istri sholehah yang melahirkan anak-anak sholeh sholehah.
Sekarang, aku tidak tahu harus murung atau bahagia dengan keadaan ini. Hanya Allah yang tahu apa yang terbaik buatku. Laahaulawalaaquwwataillaabillaahilaliyyiladzim...
Langganan:
Komentar (Atom)