Seharian tadi aku telah makan hingga 4-5 kali. Gulai, jeroan, hingga mie instan ku lahap semua. Mumpung ada masakan daging di dapur yang diperoleh waktu idul adha kemarin.
Alhasil, perut kenyang sepanjang waktu. Beda sama hari-hari biasa yang cuma makan 2-3 kali sehari. Itupun kalau sedang lapar dan malas, dalam waktu lama aku bisa tidak makan sekali. Hanya kopi atau jajanan desa yang aku makan di kantor. Ini tadi aku libur kerja. Jadi punya banyak waktu untuk makan sepuasnya.
Tidak hanya soal perut. Suasana langit juga berbeda sejak kemarin. Langit mendung untuk waktu yang lama sejak siang. Di sore hari, matahari perlahan tenggelam di ujung barat. Menimbulkan cahaya kuning keemasan, yang akan membuat terpana siapapun yang melihatnya.
Dan malam pun tiba. Bintang langit tak nampak seperti biasanya, mungkin tertutup mendung. Jalanan mulai sepi. Tak banyak orang lalu lalang di depan rumah. Hanya kendaraan hilir mudik kesana kemari.
Rasa bosan pun muncul. Padahal aku sudah ditemani segelas es jeruk malam ini.
Selasa, 13 September 2016
Senin, 12 September 2016
Aku baru saja dapat pesan whatsapp dari teman perempuan satu angkatan waktu kuliah dulu. Senang perasaanku. Karena sudah lama aku tak ngobrol dengan seorang perempuan, baik itu lewat pesan singkat atau secara langsung.
Di awal pesan whatsappnya dia menanyakan tentang keberadaan temannya yang juga teman sekelasku.
Ku kira kita akan lanjut berbalas pesan singkat, ternyata tidak. Topik bahasan yang dia tanyakan padaku hanya itu saja. Tidak ada dari kami yang menanyakan kabar masing-masing seperti ucapan basa-basi teman lama yang bertemu kembali.
Sejenak aku mau menanyakan kabarnya tapi urung ku lakukan karena ustadzku pernah mengatakan bahwa "penghafal quran harus menjaga jarak terhadap hubungannya dengan seorang perempuan yang bukan muhrim".
Berhentilah pembicaraan singkat kami yang hanya 5 menit itu. #nelongso.. Belum tentu 2 minggu atau 2 bulan lagi aku bisa ngobrol dengan seorang perempuan, walaupun hanya 5 menit. Semoga hari esok, Allah memberiku istri sholehah yang melahirkan anak-anak sholeh sholehah.
Sekarang, aku tidak tahu harus murung atau bahagia dengan keadaan ini. Hanya Allah yang tahu apa yang terbaik buatku. Laahaulawalaaquwwataillaabillaahilaliyyiladzim...
Langganan:
Komentar (Atom)